diposkan pada : 20-12-2020 16:38:56

Madu tak melulu terasa manis, tak selamanya berwarna cokelat, dan tidak selalu kental. Madu, menurut Theophilla Arispraptami, manajer Divisi Madu dari Dian Niaga Jakarta, memiliki berbagai macam rasa. Mulai dari manis, manis asam, manis pahit, atau dominan pahit. Madu manis biasanya dari daerah Sumatra dan Sumbawa. Sedangkan, yang rasanya pahit biasanya berasal dari daerah Kalimantan Barat dan Ujung Kulon.

"Masyarakat lokal atau petani madu percaya bahwa semakin pahit madu semakin berpotensi untuk obat apa saja, termasuk flu dan batuk. Bahkan, hal ini sudah di percaya dari zaman nenek moyang mereka dulu," jelas perempuan yang akrab disapa Tami ini saat ditemui Republika, dalam acara Festival Lokal untuk Lokal, di Tangerang, Banten, belum lama ini.

Warna madu ada yang cokelat kehitaman. Madu berwarna seperti ini rasanya pahit. Biasanya ini berasal dari daerah Baduy (Banten) dan Kalimantan Barat. "Namun, tidak setiap kali panen itu pahit, tergantung dari sumber bunganya," jelas staf marketing dan produksi dari Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI) ini.

Madu, lanjut dia, juga bisa berubah warna seiring berjalannya waktu. Madu yang berwarna terang akan semakin terang, sedang kan madu yang berwarna gelap akan semakin gelap.

Tami menambahkan, walau semua madu berfermentasi, jika madu itu asli dan diolah dengan benar maka tidak ada batas kedaluwarsanya. Sebaliknya, jika madu diolah secara tidak higienis, misalnya terdapat potongan tubuh lebah di dalam madu itu, maka dalam waktu sebulan madu bisa busuk.

Madu bisa awet hingga 20 tahunan. Harapan itu bisa tercapai asalkan, saran Tami, madu tidak dipanaskan. Pemanasan membuat enzim di dalam madu menjadi rusak. Selain itu, madu juga sebaiknya tidak kena sinar matahari. Sebab, jika kena sinar mata- hari maka madu akan bereaksi dengan unsur kimia karena sifat madu itu hidroskopis, maka madu bisa menyerap bau di sekitarnya.

Madu, lanjut Tami, juga sebaiknya disimpan dalam keadaan tertutup rapat. Lalu, madu disimpan pada suhu ruang. `'Jika ingin disimpan di dalam kulkas, boleh saja. Ini justru membuat madu bertambah awet,'' kata dia.

Ilmu tentang madu nyaris serupa dimanapun adanya. Nicholas Eman dari Thepprasit Honey di Thai land mengatakan, madu harus disimpan dalam wadah kedap udara. Jika penyimpanan benar, madu tidak akan mengeluarkan gas sampai kapan pun.

Ia juga menyarankan madu yang telah dibuka sebaiknya harus dihabiskan dalam satu atau dua bulan. Namun, jika mau lewat dari dua bulan, lebih baik diletakkan di suhu kamar. "Walau sudah kedaluwarsa, masih bisa konsumsi asal penyimpanannya benar," ujarnya kepada Republika saat mengunjungi Big Bee Farm di Nongplai, Banglamung, Chonburi, Thailand, beberapa waktu lalu.

Untuk terapi

Madu bermanfaat untuk kesehatan tubuh, kesehatan kulit, bahkan kesehatan organ pencernaan kita. Tak mengherankan jika banyak orang yang mengonsumsi madu setiap harinya. Tami mengungkapkan, madu sangat baik untuk daya tahan tubuh. Di dalam madu terdapat banyak enzim dan mineral yang cepat diserap tubuh.

Bahkan, dari penelitian yang dilakukan pihak JMHI dengan dosen IPB, madu ternyata memiliki zat antibakteri e.coli, antikanker, dan anti-aging. Madu juga bisa dimanfaatkan sebagai terapi maag. "Dari maag biasa sampai kronis," ungkapnya.

Ia menambahkan, konsumsi madu bukan hanya bisa di dalam tubuh tapi juga di luar tubuh. Jika di dalam tubuh bisa dikonsumsi begitu saja, bisa juga dicampur dengan air atau dicampurkan dalam makanan atau minuman.

Jika madu dicampurkan dalam makanan dan minuman, sebaiknya jangan dipanaskan di atas suhu 40 derajat celsius. Enzim yang ada di dalamnya akan rusak. Madu jika dipanaskan hanya akan menjadi pemanis saja pengganti gula.

Sementara, jika dipakai di luar tubuh, madu bisa untuk luka bakar dan luka pada penderita kencing manis atau diabetes melitus. Caranya cukup dioleskan saja.

Hal yang sama dikatakan Eman. Anda bisa mengonsumsi madu secara langsung atau bisa diolekaskan pada bisul, bibir pecah. Bisa dioleskan atau diminum sebelum tidur agar keesokan harinya tubuh menjadi bugar atau bibir pecah menjadi lebih lembut. Juga bisa untuk meredakan panas dalam.

Jangan berlebih

Tami mengingatkan, karena madu merupakan sumber glukosa (karbohidrat), jangan mengonsumsinya berlebihan. Anda sebagai orang dewasa bisa mengonsumsinya dua kali sehari. Dimulai saat pagi hari sebelum makan, Anda bisa konsumsi satu sendok makan madu langsung atau dengan air hangat. Ini akan lebih mudah diserap lambung.

Yang kedua bisa dikonsumsi sebelum tidur, paling tidak satu jam setelah makan. Madu ini berfungsi khusus untuk organ pencernaan. Diserap oleh organ pencernaan dan didistribusikan ke seluruh tubuh.

Bagaimana dengan anak-anak? Anak- anak bisa mengonsumsi madu asalkan sudah berusia di atas satu tahun karena lambung anak di bawah satu tahun belum terbentuk sempurna. Jika anak mengonsum- sinya, cukup satu sendok teh. Pada anak, madu bisa membantu menurunkan demam juga sariawan.